Archives

Bergerak Bagai Siput

cartoon-snail

Orang bertanya-tanya”kapan dia sampai?”
Tapi dia tidak memperdulikan itu
Dia tetap berjalan,memang pelan tapi dia menatap kedepan
Ada harapan dibalik tapak yang jauh
Ada cahanya dibalik malam yang panjang
Siput kecil berjalan terus-menerus
Hingga sampai tujuan disaat dia mengangkat kepalanya
Belajar dari semangat kecilnya
Perjalanan yang jauh, tapi menyimpan harapan
Membuat yang mencela menunduk pergi
Menahan decak kagum yang tak henti

Mungkin tidak hari ini, tapi besok
Belajarlah berharap tentang hal itu
Hingga lelah dan penat sehari ini terlupakan
Dan sukses di hari mendatang membuah hasil
Seperti sipit kecil itu….
Karya : Lena Sweni  IA

Advertisements

Menuntut ilmu

14141360551802562418

Dari jauh aku datang

Aku datang dari kampung terpencil
Aku datang dengan membawa sejuta harapan
Dan kebanggaan….

Meski jauhnya perjalanan ku tempuh
Tak gentar aku menghadapi
Meski beratnya tantangan dan rintangan yang aku hadapi
Tak akan menyerah aku….

Hari demi hari aku lalui
Mengikuti proses yang ada
Jangan ada kata menyerah wahai jiwaku
Tetaplah semangat dalam menjalani semua proses ini

Hingga akhirnya…
Aku mampu dan berhasil dalam studiku
Membawa sejuta senyuman dan kebanggaan untuk keluargaku
Saat itulah aku tahu apa arti untuk menuntut ilmu.

(Karya : Anna Maria IIC)

Cinta…

“Cinta….
Siapa dia? Hadirnya penuh tanya
Membawa sesuatu yang baru dalam hidupku
Sebuah rasa yang tak bisa ku jelaskan padamu

Cinta…
Manakala hati merasakan sebuah sentuhan itu
Tersenyum ku dalam sebuah renungan
Dapat ku dengar suara hati kecilku
Bernyanyi menyenandungkan irama degup jantungku
Menari ku dalam hamparan impian

Cinta…
Ketika mata ini mampu menatapnya lebih tajam
Ketika bibir ini mampu berucap kasih untuknya
Ketika telinga ini mampu mendengarkan suara indahnya
Ketika kaki ini mampu melangkah lebih kokoh untuknya

Cinta…
Ketahuilah..hatiku berteriak  ku cinta padanya

Cinta…

Ketahuilah..dia adalah kamu. Kamu yang ku cinta
Kamu yang memberikan warna-warna baru  dalam hidupku
Menyinari hari-hariku bersamamu

Kau jantung hatiku
Kau pengobar semangat dalam setiap langkah hidupku
Kau keindahan penyejuk mataku

Percayakan hatimu untukku..
Kan ku jaga, bahagiakan slalu

Karna kaulah cintaku”

♥CS♥

MENCINTAIMU

Mungkin aku bukanlah cinta yang paling sempurna
hanya sebatas hati yang ingin mencurah rasa padamu
karena mencintaimu adalah keindahan dilangit hatimu
dan dicintaimu adalah kesempurnaan kebahagiaan hatiku

Aku mencintaimu
seperti bunga mencintai keharumannya
seperti hujan mencintai tetasan airnya
seperti bulan mencintai langit malamnya
seperti matahari yang mencintai cahayanya

jantung ini takan pernah berdetak selamanya
tapi jika Tuhan mengizinkan
selama jantungku berdetak
ijinkan mencintaimu dalam ketulusan

Aku mencintaimu
bukan karena aku ingin memiliki apa yang ada didirimu
hanya ingin melihatmu tersenyum
melukis rasa bahagia disetiap titian hidupmu

Aku mencintaimu
bukan karena aku kagum pada dirimu
hanya ingin membuatmu sempurna
meski aku tak bernah bisa sempurna

Aku mencintaimu
bukan kemarin atau saat ini
tapi percayalah,
kemarin, kini dan nanti
adalah saat – saat dimana aku kan terus mencintaimu

Semangat Baru

Mekaran bunga yang wangi

Kicauan burung yang merdu
Semangat pagi yang menyapa
Wangi napas baru yang di hirup

Begitulah semangat yang tumbuh dalam diri
Mulailah hari ini dengan sepatah kata
Sebaris kalimat yang bermakna
Senyuman yang terukir manis.

Belajarlah dengan kata-kata
yang akan membawamu menjadi berguna kelak.
Belajarlah dengan mendengarkan yang berarti
Dan lakukanlah sesuai kenyataan.

Seperti Bintang

Saat hari telah berganti lagi
berselimutkan jubah hitam nan kelam
kurasakan sepi merasuk hati
melintas dalam setiap sisi malam
lalu kuingat lagi dirimu bagai bidadari
begitu indah menawan hati
seperti melati terus mewangi
selalu hiasi
di dalam khayalanku ini
kau adalah mimpi di dalam sunyi
berpijar bagai sinar mentari
meski sinarmu tak pernah menerangi
namun tetap dirimu di dalam hati

Karena Keluhku itu Cinta

tiap hari selalu dimulai dengan keluhan.
hari ini tentang itu, esoknya tentang si itu, lusanya tentang yang itu.
berulang bagai benang kusut yang tak mampu dilihat ujungnya.
dia mengeluh,
aku berusaha memberi sepenggal kalimat bijak.
dia mengeluh lagi,
ku beri lagi senyuman dan usapan pada punggungnya.
Purnama di bulan Mei
sebuah jepit rambut
bermotif ukiran hati
kau selipkan di rambutku
sejenak…
sebelum kau beranjak
tak bisa berkata
aku pun terdiam dalam gelisah
tapi, isakan hati tak bisa kututupi
Seperti rembulan yang merengkhuh malam
terangi hati berpayung cendawan hitam
kau ikrarkan akan kembali
dalam satu sasi